Bagi para penuntut ilmu di pesantren, menguasai morfologi kata adalah sebuah keharusan, namun diperlukan rahasia cepat menghafal agar tidak terjebak dalam rasa jenuh. Menguasai pola Tashrif Shorof secara otomatis akan membuat seseorang jauh lebih mahir bahasa Arab dalam waktu yang relatif singkat. Shorof adalah ilmu tentang perubahan bentuk kata, dan dengan memahami satu pola saja, seorang santri sebenarnya telah menguasai puluhan turunan kata lainnya yang memiliki makna berkaitan dalam khazanah bahasa yang kaya ini.
Salah satu rahasia cepat menghafal yang paling populer di pesantren adalah dengan metode pengulangan berirama atau lalaran. Pola Tashrif Shorof biasanya dilantunkan secara bersama-sama sebelum atau sesudah salat berjamaah untuk memudahkan memori jangka panjang. Agar menjadi mahir bahasa Arab, seorang santri tidak boleh hanya mengandalkan ingatan visual, tetapi juga ingatan auditori. Kekayaan bahasa Arab terletak pada akarnya, dan shorof adalah alat untuk membedah akar tersebut hingga menjadi berbagai macam istilah, mulai dari kata kerja hingga kata tempat dan alat.
Selain irama, rahasia cepat menghafal lainnya adalah dengan memahami logika perubahan makna di balik perubahan bentuk. Setiap penambahan huruf dalam Tashrif Shorof membawa implikasi makna yang berbeda, dan pemahaman ini sangat membantu untuk membuat santri mahir bahasa Arab secara substansial. Daripada menghafal ribuan kosakata secara terpisah, jauh lebih efisien untuk menghafal pola besarnya. Keunikan sistem bahasa ini memungkinkan perbendaharaan kata santri berkembang secara eksponensial hanya dengan menguasai beberapa bab inti dalam kitab-kitab shorof standar seperti Amtsilah Tashrifiyyah.
Penerapan langsung dalam tulisan dan percakapan harian juga menjadi rahasia cepat menghafal yang sangat efektif. Santri didorong untuk membuat kalimat sendiri menggunakan pola Tashrif Shorof yang baru dipelajari agar semakin mahir bahasa Arab. Praktik ini menghilangkan kesan bahwa shorof adalah ilmu yang mati dan hanya ada di atas kertas. Keindahan bahasa Arab akan mulai terasa ketika seorang santri mampu mengubah satu kata dasar menjadi berbagai bentuk komunikasi yang presisi. Dengan ketekunan dan penggunaan teknik yang tepat, penguasaan morfologi Arab bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang dapat dicapai.