Pasca surutnya genangan banjir di pemukiman warga, rumah ibadah menjadi prioritas utama yang harus segera dibersihkan dan disterilkan kembali. Kerusakan sarana tempat wudu dan tumpukan lumpur tebal mengganggu kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah harian. Tim relawan Pondok Pesantren Darul Khairat diterjunkan untuk membantu proses pemulihan sarana keagamaan warga.

Pembersihan difokuskan pada pengurasan bak penampungan air, perbaikan instalasi perpipaan, serta pengerukan endapan lumpur hitam di area surau. Tim pembersih perbaikan sanitasi tempat ibadah bekerja secara bergotong royong bersama warga setempat menggunakan peralatan lengkap. Penataan kembali toilet dan tempat wudu dilakukan agar ketersediaan air bersih untuk bersuci dapat berfungsi normal.

Aksi pembersihan fasilitas ibadah ini diperkuat oleh tim santri darul khairat penyemprotan desinfektan area pasca banjir di seluruh pemukiman warga Kalimantan. Langkah sterilisasi menggunakan cairan disinfektan bertujuan membunuh kuman patogen yang terbawa oleh luapan air sungai. Sinergi perbaikan fisik sanitasi dan sterilisasi menjamin kebersihan tempat ibadah dari bahaya penyakit.

Para santri membawa mesin pompa air high-pressure untuk menyemprot sisa lumpur kering yang menempel pada lantai dan dinding masjid. Karpet ibadah yang terendam banjir diangkut untuk dicuci dan dikeringkan secara bersama-sama di area pondok pesantren. Warga desa menyambut gembira kembalinya kelayakan dan kebersihan sarana ibadah mereka.

Tokoh masyarakat setempat menyampaikan rasa terima kasih atas ketanggapan dan kerja keras para santri dalam memulihkan sarana ibadah desa. Dalam waktu singkat, masjid dan musholla yang terdampak banjir dapat kembali digunakan untuk shalat berjamaah dengan nyaman. Semangat gotong royong ini menjadi bukti eratnya kemitraan antara pesantren dan warga.

Inisiatif sosial yang dijalankan santri Pesantren Darul Khairat menegaskan peran aktif lembaga pendidikan Islam dalam kegiatan kemasyarakatan. Pengabdian tanpa pamrih ini melatih jiwa kepemimpinan dan rasa empati santri terhadap kesulitan sesama manusia. Aksi bersih tempat ibadah menjadi momentum mempererat persaudaraan di bumi Kalimantan.