Kepedulian terhadap fasilitas ibadah menjadi prioritas utama bagi lembaga pendidikan Islam saat bencana melanda lingkungan sekitar. Melalui program Darul Khairat Peduli Aksi Santri Relawan Bantu Bersihkan Masjid Pasca Banjir, sebuah gerakan sosial dibentuk untuk merespons kondisi darurat di wilayah yang terdampak luapan air. Fokus utama dari gerakan ini adalah memobilisasi kekuatan pemuda dan pelajar agama untuk terjun langsung ke lapangan guna memulihkan fungsi bangunan suci yang menjadi jantung aktivitas masyarakat. Inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa kebersihan tempat ibadah adalah fondasi awal bagi kembalinya moralitas dan semangat warga setelah mengalami musibah yang melelahkan secara fisik dan mental.
Langkah nyata yang diambil adalah dengan membentuk tim aksi santri relawan yang terdiri dari santri senior yang memiliki fisik kuat dan dedikasi tinggi. Para santri ini dibekali dengan peralatan kebersihan seperti pompa air, sekop, sikat lantai, dan cairan disinfektan. Mereka tidak hanya membawa tenaga, tetapi juga membawa semangat pengabdian yang tulus. Kehadiran mereka di tengah pemukiman yang masih berlumpur memberikan pemandangan yang menyejukkan, di mana nilai-nilai agama dipraktikkan secara langsung melalui kerja nyata. Mereka membuktikan bahwa santri adalah bagian tak terpisahkan dari solusi masalah sosial di masyarakat.
Target utama dari misi ini adalah untuk bantu bersihkan masjid yang terendam lumpur dan sampah sisa banjir. Masjid seringkali menjadi titik pengungsian sekaligus pusat koordinasi bantuan, sehingga memastikan kebersihan dan kesuciannya sangatlah krusial. Para santri bekerja bahu-membahu membersihkan setiap sudut bangunan, mulai dari ruang utama salat, tempat wudu, hingga halaman luar. Proses pembersihan ini dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan tidak ada bau tidak sedap atau bakteri yang tertinggal, sehingga warga dapat segera menggunakan masjid kembali untuk melaksanakan ibadah berjemaah dan kegiatan sosial lainnya.
Situasi lingkungan pasca banjir biasanya menyisakan kerusakan pada infrastruktur pendukung masjid seperti karpet, buku-buku agama, dan perangkat pengeras suara. Tim Darul Khairat tidak hanya berhenti pada aktivitas pembersihan fisik, tetapi juga membantu mengamankan aset-aset masjid yang masih bisa diselamatkan. Mereka juga melakukan pendataan terhadap kerusakan sarana ibadah untuk kemudian dilaporkan kepada pihak terkait agar segera mendapatkan bantuan perbaikan. Koordinasi yang baik dengan pengurus masjid setempat memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil oleh para santri relawan tepat sasaran dan efektif dalam mempercepat proses pemulihan.