Mengkaji kitab safinatun najah merupakan langkah awal yang sangat krusial bagi santri pemula dalam memahami hukum-hukum dasar fiqih syariat Islam. Kitab karangan Syekh Salim bin Sumair al-Hadhrami ini merangkum bab rukun Islam, rukun iman, tata cara bersuci, hingga tata cara shalat wajib secara ringkas dan praktis. Bahasa yang sederhana namun mencakup hal-hal esensial membuat kitab ini sangat cocok dijadikan panduan harian untuk menyempurnakan ibadah harian.
Pemahaman fiqih ibadah yang benar menjamin syarat dan rukun suatu amalan terpenuhi sesuai dengan tuntunan mazhab Syafi’i. Melalui kajian ini, santri diajarkan tata cara berwudhu yang sah, cara mensucikan berbagai jenis najis, serta hal-hal yang membatalkan shalat. Penekanan pada praktik langsung membuat santri dapat membenahi kekeliruan dalam beribadah yang mungkin sering dilakukan tanpa disadari sebelumnya.
Rangkaian pencapaian keilmuan para santri dirayakan secara khidmat, seperti digambarkan dalam ponpes darulkhairat gelar wisuda dan haflah akhirussanah santri sebagai apresiasi atas kelulusan mereka. Momen ini menjadi bukti komitmen lembaga dalam melahirkan lulusan berakhlak mulia dan berilmu.
Kegiatan pengajian kitab ini diselenggarakan dengan metode membaca, mengartikan kata demi kata, serta memberikan penjelasan contoh hukum secara konkrit. Metode tradisional ini terbukti efektif dalam menanamkan pemahaman hukum Islam yang kuat pada sanubari pemula. Santri diajak kritis bertanya mengenai permasalahan bersuci dan ibadah yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari di asrama.
Penerapan edukasi fiqih yang terencana membentuk pondasi keagamaan yang kokoh bagi setiap santri sebelum mengkaji kitab fiqih tingkat lanjut seperti Fathul Qarib. Ibadah yang dilandasi dengan ilmu akan melahirkan kekhusyukan dan keberkahan dalam hidup. Mari pelajari fiqih dasar secara sistematis agar kualitas ibadah kita senantiasa meningkat di hadapan Allah SWT.