Melaksanakan pembelajaran IMTAQ (Iman dan Takwa) yang berkualitas adalah komitmen utama Pondok Pesantren Tebuireng. Lebih dari sekadar pendidikan formal, pesantren ini berfokus pada penanaman nilai-nilai agama yang mendalam. Tujuan utamanya adalah menghasilkan santri yang memiliki keimanan kuat dan ketakwaan yang kokoh, menjadi bekal hidup di dunia dan akhirat.

Untuk melaksanakan pembelajaran IMTAQ, Tebuireng menghadirkan kurikulum agama yang komprehensif. Ini mencakup kajian mendalam Al-Qur’an dan Hadits sebagai dua sumber hukum utama dalam Islam. Santri diajarkan untuk memahami makna, menafsirkan, dan mengaplikasikan ajaran-ajaran suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Ilmu Fiqih juga menjadi bagian integral dalam melaksanakan pembelajaran IMTAQ. Santri dibekali pemahaman tentang hukum-hukum Islam terkait ibadah dan muamalah, sehingga mereka dapat menjalankan syariat dengan benar dan sesuai tuntunan. Kajian kitab-kitab klasik dalam bidang fiqih menjadi santapan harian bagi para santri.

Selain itu, melaksanakan pembelajaran ini juga mencakup Tafsir Al-Qur’an dan berbagai ilmu keislaman lainnya seperti Ushul Fiqih, Ilmu Kalam, dan Tasawuf. Pendalaman ilmu-ilmu ini bertujuan untuk memperkaya wawasan santri tentang khazanah keilmuan Islam yang luas, menjadikan mereka cendekiawan Muslim yang berwawasan.

Proses melaksanakan pembelajaran IMTAQ ini dilakukan secara terpadu, baik di lingkungan pondok pesantren maupun di sekolah formal Tebuireng. Integrasi ini memastikan bahwa pendidikan agama dan pendidikan umum berjalan selaras, menciptakan santri yang berilmu pengetahuan luas sekaligus memiliki pondasi spiritual yang kuat.

Metode pengajaran yang digunakan pun bervariasi, mulai dari metode sorogan, bandongan (klasikal), hingga diskusi interaktif. Para kiai dan ustadz yang mumpuni dengan sabar membimbing santri dalam memahami materi-materi yang kompleks, memastikan setiap santri mendapatkan pemahaman yang optimal.

Komitmen untuk melaksanakan pembelajaran IMTAQ yang berkualitas ini bukan hanya tercermin dari kurikulum, tetapi juga dari atmosfer pesantren. Lingkungan yang agamis, disiplin, dan penuh teladan dari para guru menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan iman dan takwa santri.

Singkatnya, melaksanakan pembelajaran IMTAQ yang berkualitas adalah prioritas utama Tebuireng. Dengan kurikulum komprehensif, metode pengajaran yang efektif, dan atmosfer pesantren yang mendukung, Tebuireng berhasil mencetak generasi santri yang memiliki keimanan kuat, ketakwaan kokoh, dan pemahaman mendalam tentang ilmu agama Islam.