Banyak umat Muslim bertanya-tanya, mana yang didahulukan dalam Mengikuti Sunnah Nabi: Umrah atau Haji? Memahami urutan ibadah yang dijalankan Rasulullah SAW adalah kunci. Artikel ini akan memberikan pencerahan berdasarkan riwayat dan praktik beliau, agar kita bisa meneladani langkah beliau dengan benar dan mendapatkan berkah.

Secara syariat, baik Umrah maupun Haji memiliki kedudukan penting. Haji adalah rukun Islam kelima yang wajib bagi yang mampu, sedangkan Umrah adalah sunah muakkadah (sangat dianjurkan). Namun, untuk Mengikuti Sunnah Nabi dalam urutan pelaksanaannya, kita perlu melihat perjalanan hidup beliau.

Para ulama sepakat bahwa Rasulullah SAW melaksanakan beberapa kali Umrah sebelum menunaikan ibadah Haji. Umrah pertama yang beliau lakukan adalah Umrah Qadha atau Umrah al-Qadhiyyah. Umrah ini terjadi pada tahun ke-7 Hijriah, setelah Perjanjian Hudaibiyah, menunjukkan ketaatan beliau.

Selain Umrah Qadha, Nabi Muhammad SAW juga tercatat melaksanakan Umrah pada tahun penaklukan Mekkah (Fathu Makkah). Ini membuktikan bahwa Umrah sudah menjadi bagian dari Mengikuti Sunnah Nabi bahkan sebelum beliau menunaikan Haji terakhirnya. Setiap Umrah memiliki makna tersendiri.

Puncak dari seluruh ibadah besar Nabi Muhammad SAW adalah Haji Wada’ atau Haji Perpisahan. Ini adalah satu-satunya ibadah Haji yang beliau tunaikan sepanjang hidupnya. Haji Wada’ ini terjadi pada tahun ke-10 Hijriah, beberapa bulan sebelum wafatnya Nabi. Momen ini penting dalam Mengikuti Sunnah Nabi.

Dalam Haji Wada’ tersebut, Rasulullah SAW tidak hanya menunaikan seluruh rukun Haji. Beliau juga menyampaikan khutbah yang sangat penting dan berisi pesan-pesan universal. Khutbah ini menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat Islam, menekankan nilai-nilai persatuan dan keadilan.

Dari riwayat tersebut, jelaslah bahwa Nabi Muhammad SAW melaksanakan Umrah beberapa kali sebelum menunaikan ibadah Haji sekali seumur hidupnya. Ini memberikan kita gambaran tentang bagaimana Mengikuti Sunnah Nabi dalam konteks ibadah Umrah dan Haji.

Jadi, secara kronologis, Umrah memang didahulukan oleh Nabi Muhammad SAW sebelum Haji. Namun, perlu diingat bahwa kewajiban Haji adalah bagi yang mampu. Urutan ini tidak mengurangi keutamaan Haji sebagai rukun Islam, melainkan memberikan pemahaman historis.