Terputusnya akses transportasi akibat kerusakan infrastruktur jalan dapat melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mobilitas anak-anak sekolah di kawasan pedalaman. Menanggapi situasi darurat tersebut, pengurus pesantren mengirimkan tim khusus relawan untuk membuat lintasan jembatan darurat berbahan kayu gelondongan yang kokoh di Kalimantan. Pembangunan penyeberangan sementara ini memulihkan konektivitas antar-desa yang sempat terisolasi beberapa hari.

Kerja bakti pemulihan sarana penyeberangan ini dilaksanakan dengan memanfaatkan potensi material kayu ulin lokal yang tahan terhadap air. Aksi lapangan ini berkesinambungan dengan agenda pengiriman tim santri darul khairat bangun jembatan darurat kalimantan yang bergerak cepat di lokasi musibah. Keterampilan pertukangan para santri terbukti sangat berguna dalam percepatan pembangunan fisik di lapangan.

Proses konstruksi diawali dengan pembuatan pondasi tiang pancang di kedua tepi sungai yang terhubung dengan gelagar kayu utama yang tebal. Para santri bersama warga lokal secara bergotong royong memotong kayu, memasang pasak, serta memaku papan landasan jembatan agar aman dilintasi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Penerapan standar keselamatan kerja dijaga ketat sepanjang proses pembangunan.

Setelah pengujian beban selesai dilakukan, lintasan penyeberangan darurat ini resmi dibuka untuk umum sehingga anak-anak dapat kembali bersekolah dengan aman. Warga desa menyambut gembira selesainya jembatan penyeberangan ini karena distribusi bahan pangan dapat kembali berjalan lancar. Kebersamaan antara santri dan warga menciptakan ikatan persaudaraan yang sangat erat di lokasi.

Aksi gotong royong pembangunan infrastruktur desa membuktikan bahwa santri tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga terampil dalam karya bakti nyata. Pendidikan karakter berbasis pengabdian masyarakat di pesantren menghasilkan lulusan yang tanggap terhadap kesulitan lingkungan sekitar. Kehadiran santri menjadi solusi cepat di tengah keterbatasan sarana publik daerah.

Pembangunan sarana penyeberangan sementara ini diharapkan dapat memicu perhatian pemerintah daerah untuk segera membangun struktur jembatan permanen dari beton. Semangat pantang menyerah para santri dalam membantu sesama harus terus didukung dan diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat. Mari bersama dukung aksi nyata santri dalam membangun dan melayani negeri.