Edukasi di pesantren tidak hanya terjadi di dalam kelas dengan tumpukan buku, tetapi juga melalui aksi nyata di lingkungan sekitar. Di Ponpes Darul Khairat, terdapat sebuah tradisi unik yang disebut roan, yaitu sebuah kegiatan kerja bakti massal yang dilakukan oleh seluruh penghuni pondok. Kegiatan ini sangat ditekankan karena memiliki pentingnya yang luar biasa dalam membentuk karakter santri. Melalui roan, para pelajar tidak hanya belajar menjaga kebersihan, tetapi juga belajar tentang arti kebersamaan, tanggung jawab, dan kerendahan hati dalam melayani kepentingan umum.

Roan biasanya dilaksanakan pada hari libur pesantren, di mana seluruh santri Ponpes Darul Khairat bahu-membahu membersihkan asrama, masjid, hingga selokan di sekitar lingkungan pesantren. Kerja bakti ini dilakukan tanpa memandang senioritas; baik santri baru maupun santri senior bekerja bersama di bawah koordinasi pengurus. Hal ini menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap fasilitas yang mereka gunakan setiap hari. Pentingnya kegiatan ini terletak pada penanaman jiwa gotong royong yang kini mulai luntur di era individualisme digital, sehingga pesantren tetap menjadi benteng pertahanan budaya asli Indonesia.

Selain nilai sosial, roan di Ponpes Darul Khairat juga memiliki nilai spiritual. Kebersihan adalah bagian dari iman, dan merawat tempat menuntut ilmu dianggap sebagai bentuk pengabdian kepada guru dan institusi. Kerja bakti ini melatih santri untuk tidak memiliki sifat sombong atau enggan melakukan pekerjaan fisik yang kotor demi kebaikan bersama. Pentingnya aspek ini sering kali ditekankan oleh kiai pengasuh, bahwa ilmu yang berkah bermula dari hati yang bersih dan lingkungan yang terjaga. Dengan lingkungan yang asri, proses belajar mengajar pun menjadi lebih nyaman dan konsentrasi santri dalam menghafal kitab menjadi lebih tajam.

Secara fisik, roan juga menjadi sarana olahraga yang menyehatkan bagi santri Ponpes Darul Khairat. Mengingat jadwal belajar yang padat dari subuh hingga larut malam, kerja bakti memberikan kesempatan bagi mereka untuk menggerakkan tubuh dan menghirup udara segar. Pentingnya keseimbangan antara kesehatan mental dan fisik ini sangat diperhatikan oleh pengurus. Melalui aktivitas membersihkan rumput atau menyapu halaman, santri juga belajar tentang manajemen organisasi sederhana, di mana mereka harus membagi tugas agar seluruh area pesantren dapat dibersihkan secara efektif dalam waktu yang telah ditentukan bersama.

Sebagai penutup, tradisi roan adalah manifestasi dari pendidikan karakter yang utuh di pesantren. Ponpes Darul Khairat membuktikan bahwa kerja bakti adalah alat yang ampuh untuk mencetak individu yang peduli terhadap lingkungan sosialnya. Pentingnya nilai-nilai yang didapat dari kegiatan fisik ini akan menjadi bekal berharga saat santri kembali ke masyarakat. Mereka tidak hanya akan dikenal sebagai sosok yang pandai berteori agama, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan yang mau bekerja keras dan terjun langsung membantu kesulitan orang lain dengan penuh ketulusan dan semangat gotong royong.